Pengamat Menunggu Sikap Presiden Jokowi Soal Perpu KPK

  • redaksi
  • September 29, 2019
  • 48 Views
  • 0

KOMPASPOLITIK.id — Syarat yang diminta mahasiswa, jika Presiden Jokowi ingin bertemu pertemuan digelar terbuka.

Hal ini, dimaksudkan supaya perbincangan didengar publik dan berjalan efektif mencapai tujuannya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan akan bertemu dengan perwakilan para mahasiswa pada Jumat (27/9/2019).

Orang nomer satu di republik ini, menuliskan hal tersebut melalui akun Instagram-nya.

“Saya sendiri hendak bertemu dengan perwakilan para mahasiswa, Insya Allah besok, untuk mendengar langsung dan menampung aspirasi yang disampaikan dengan lebih terperinci,” tulis Jokowi, Kamis (26/9/2019).

Kemudian, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia pun menyatakan hanya bersedia bertemu dengan Presiden Jokowi jika pertemuan dilakukan terbuka, alias bisa disaksikan langsung masyarakat luas.

Para mahasiswa sendiri memiliki beberapa tuntutan kepada DPR dan pemerintah. Salah satunya adalah pembatalan UU KPK yang telah disahkan DPR pada 16 September 2019 lalu.

Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun dan Ali Irfan dari Universitas Islam Negeri (UNJ) menyebutkan salah satu solusi jitu bagi Presiden Joko Widodo ( Jokowi) agar para mahasiswa tetap percaya kepadanya.

Solusi tersebut yaitu dengan menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang ( Perppu) untuk Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Solusinya sederhana, Presiden tinggal buat Perppu UU KPK yang lebih menguatkan KPK,” kata Ubedilah juga Ali Irfan,¬† pengamat politik.

Para pengamat politik itu mengatakan, Presiden harus mengabulkan aspirasi para mahasiswa dan rakyat secara umum, mengingat soal pemberantasan korupsi dan demokrasi merupakan dua hal yang tidak boleh diganggu.

Apalagi, lobi Presiden dengan mengundang bertemu membahas berbagai tuntutan juga ditolak oleh para mahasiswa.

Sejatinya, undangan tersebut merupakan upaya baik Presiden untuk mendengar langsung apa yang diinginkan para mahasiswa.

“Penolakan mahasiswa untuk bertemu Presiden secara politik bisa dimaknai sebagai ekspresi yang mewakili keinginan mahasiswa yang mulai tidak percaya dengan Presiden,” kata para pengamat politik kompak.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kompas Politik